«

»

Jan 17

Ratusan Pejudi Sabung Ayam Serbu Polres Tak Terima Karena Dibubarkan

Daftarsabungayam – Daftar Sabung Ayam dengan banyak jenis Ayam Sabung untuk Anda pemain Judi Sabung Ayam, Tak terima aren tajen (sabung ayam) dibubarkan, beberapa ratus bebotoh (sebutan penjudi sabung ayam) datangi Mapolres Buleleng, Sore tadi (24/10). Sabung ayam atau yang di kenal judi tajen di Bali, itu di gelar di desa Banyuning, mulai sejak pagi tadi bikin panas telinga Kapolres. Karena dikira tanpa ada izin, sore harinya satu pleton anggota Polres Buleleng segera membubarkan arena Tajen itu yang digelar di jalan Pulau Komodo, Banyuning.

Tak berselang lama dari tindakan pembubaran itu, dengan cara serentak semua bebotoh mendatangi Polres Buleleng yang jaraknya cuma sekitar 6 Km dari tempat arena tajen. Tindakan damai itu di terima dengan baik oleh Kapolres Buleleng, AKBP Beny Arjanto.

” Kami cuma mencari penggalian dana untuk perbaikan serta pembangunan desa. Itu tabuh rah bukanlah judi, ” teriak salah seseorang bebotoh, di Mapolres Jumat (24/10).

Kehadiran mereka juga meminta kejelasan dari pihak Polres Buleleng berkenaan pembubaran Tajen yang menurut warga dikerjakan dengan cara sepihak. ” Bila ingin bubarkan tajen, janganlah sepihak. Diluar sana juga banyak tajen liar, bubarkan semuanya, ” tegas Ketua Karang Taruna Banyuning, Nengah Sukarta.

Sukarta juga mengaku salah atas dibukanya Tabuh Rah di lokasi Banyuning, serta beberapa terang telah tidak mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Tetapi ditegaskannya juga, Tabuh Rah di wilayahnya itu telah memperoleh izin permakluman dari tokoh-tokoh orang-orang setempat.

Disamping itu saat di konfirmasi, Kapolres Buleleng AKBP Beny Arjanto menyampaikan, pihaknya mengakui terima info berkenaan diadakannya aktivitas Tajen di lokasi itu, datang dari pengaduan serta laporan orang-orang yang di terima anggota polisi.

” Apa pun keterangannya, janganlah disalahgunakan. Jelas-jelas sabung ayam, tak ada tabuh atau upacara kebiasaan di lokasi ini. Itu murni mengadakan aktivitas judi serta menghadap ke pasal 303, ” tegas Kapolres serta terus kukuh tidak untuk dapat ditolerir.

Terang Beny, bahwa warga mengakui ini cuma Tabuh Rah. Namun, sebenarnya di lapangan aktivitas ini jauh dari Pura, serta tak sesuai sama sebagian ketentuan main aktivitas Tabuh Rah. ” Jadi saya simpulkan ini bukanlah Tabuh Rah, tetapi ini yaitu Tajen. Kami cuma membubarkan serta tak ada yang diamankan untuk sesaat itu, namun bila kembali mengadakan aktivitas itu, kami ambillah aksi, ” ancam Beny.