«

»

Jan 19

Daftar Sabung Ayam Tajen Bali Termudah

Daftar Sabung Ayam Tajen Bali Termudah | Daftar Sabung Ayam

Daftarsabungayam.com – Cara Daftar Sabung Ayam, dengan Ayam Sabung terbaik, Daftar Sabung Ayam Tajen Bali Termudah, Ayam Jago Bangkok yang Sedang Ramai di Filipina.
Kontroversi mengenai tajen selalu ada sampai saat kini bagi sebagian orang Bali tajen adalah bagian dari ritual adat budaya Bali yang berkaitan dengan Tabuh Rah ada yang harus dijaga dan dilestarikan, bagi sebagian orang Bali yang lain, Tajen atau Metajen adalah bentuk perjudian yang harus dihapuskan, Karena dianggap tidak sesuai dengan norma-norma dalam agama Hindu-Bali itu sendiri.

Agen Sabung Ayam Bila Anda ingin untuk mencari tempat untuk bermain daftar sabung ayam online di Indonesia adalah Betonklik bekerja sama dengan Website s128 berbasis di Filipina. Bila Anda ingin bermain Sabung Ayam Online segera daftarkan diri Anda di Betonklik Agen Judi Teraman & Terpercaya di Indonesia di website s128.net

Tajen adalah sebutan lain dari Judi Sabung Ayam di Bali yang dilakukan dengan memasang taji, taji merupakan sebuah pisau kecil yang dipasangkan di kaki dari dua ayam sabung atau ayam Jago yang diadu sebagai senjata untuk menaklukan lawannya. Tajen biasa dilakukan di Pura, arena sabung ayam atau bahkan tempat-tempat wisata yang memang menyediakan arena sabung ayam dan tajen bisa juga menjadi objek wisata.

Permainan Sabung Ayam yang diadakan di daerah Bali atau biasa disebut juga tajen. Tajen berasal dari Upacara Adat Bali bernama Tabuh Rah, salah satu Upacara dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya yang mulia, yaitu mengharmoniskan hubungan antar umat manusia dengan Bhuana Agung. Upacara ini runtutan dari upacar yang sarananya menggunakan hewan ternak sebagai kurban, seperti Ayam, Itik, Kerbau , Babi, dan beberapa hewan ternak lainnya. Persembahan tersebut dilakukan dengna cara nyambleh yaitu leher hewan kurban dipotong setelah di bacakan doa-doa. Sebelum dikurbankan pun akan dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan Kemiri, Telur dan Kelapa. Perang sata adalah pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanakan tiga partai ( telung perahatan ), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan dan pemusnahan dunia. Perang Sata merupakan simbol perjuangan hidup bagi warga Bali.

Tradisi ini sudah adal dahulu kala, bahkan sejak zaman Majapahit. Kala itu memakai istilah menetak gulu ayam, dan sekarang dikenal sebagai Tabuh Rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar Tahun 1200.

Mirip dengan berbagai aktivitas lainnya yang dilakukan oleh masyarakat Bali dalam menjalani ritual-ritual adat Bali, khususnya yang berhubungan dengan penguasa jagad, Tabuh Rah memiliki pedoman yang bersandar pada dasar sastra. Tabuh Rah yang sering diselenggarakan dalam susunan Upacara Butha Yadnya juga banyak disebut dalam pelbagai lontar. Misalnya, dalam lontar Siwa Tattwapurana yang antara lain menyebutkan, dalam Tilem Kesanga yang artinya saat Bulan sama sekali tidak nampak pada bulan kesembilan penanggalan Bali. Bathara Siwa mengadakan Yoga, saat itu kewajiban manusia di Bumi memberikan persembahan, dan kemudian diadakan Sabung Ayam dan dimulailah Nyepi sehari. Yang diberi kurban adalah dewa yang kerap disebut dengan Sang Dasa Kala Bumi, karena apabila tidak, celakalah manusia di Dunia ini.

Sedangkan dalam lontar Yadnya Prakerti dijelaskan bahwa pada waktu hari raya diadakan pertarungan yang suci misalnya pada bulan kesembilan haruslah mengadakan pertarungan ayam atau sabung ayam tiga sehet dengan kelengkapan Upacara. Bukti Tabuh Rah adalah sususnan dalam upacara Bhuta Yadnya di Bali yang sudah ada sejak zaman Majapahit juga dibuktikan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka dan Prasasti Batuan tahun 944 Saka.

Dalam kebudayaan Bugis itu sendiri Sabung Ayam adalah kebudayaan yang telah lama melekat. Menurut M Farid W Makkulau, Manu’ atau Bugis atau Jangang Makasar yang artinya Ayam, adalah kata yang sangat melekat dalam kehidupan bermasyarakat Bugis di Makassar. Gilbert Harmonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi Ayam. Sampai Raja Gowa XVI, Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haantjes van Het Oosten” yang artinya Ayam Jantan dari Timur.

Segera Daftarkan diri Anda di Betonklik Agen Judi Online paling aman dan terpercaya di Indonesia, yang menyediakan banyak produk dengan berbagai permainan seperti SBOBET, IBCBET, Asiapoker77, Sabung Ayam, Togel, Casino, Tangkasnet dan lain-lain. Untuk selengkapnya